Kamis, 23 Juni 2016

Bukber ala "puviz" di Dapur Kayumanis

Berawal dari penasaran dengan tempat yang berada di daerah kayu manis, condet Jakarta Timur.

   Awalnya waktu siang aku dan kakak laki-laki ku berkeliling condet dengan motor untuk menghibur keponakan ku yang gantengnya sejagat biar tidak ngambek lagi.
Setiap jalan kita lalui sampe akhirnya aku liat bangunan yang tertutup gerbang besar dengan seng-seng sehingga hanya sedikit celah yang terlihat. Bang itu tempat apa ya? Tanya ku pada kakak ku. Kurang tau mi, tempat makan deh kayanya. Kata kakak ku menjawabnya.
   Setelah kulihat dibagian depan dari bangunan itu tertulis " DAPUR KAYUMANIS " wah benar saja sepertinya itu tempat makan, kelihatannya juga tempatnya seru, berada di pinggiran sungai ciliwung di condet. Sebenernya yang bikin penasaran itu bukan makanannya tapi view pemandangannya, secara viewnya itu seperti kita berada di puncak gitu. Semenjak itu aku pingin banged bisa makan di situ. Sampai akhirnya waktu aku dan kawan-kawan rumah lari pagi bersama, aku menceritakan tentang tempat itu dan tujuan ku, ternyata salah satu kawan ku bilang kalo dia pernah ketempat itu, dia bilang untuk harga sih tidak terlalu mahal, untuk kantong-katong anak sekolah kaya kita sih bisalah, hehehe
   Salah satu teman kami mengusulkan untuk bukber disana, walaupun kita juga belum tau waktunya kapan, hehe.
   Selang 2 hari setelah perbincangan di taman akhirnya kami memutuskan untuk bukber di sana kamis lalu.
   Akhirnya kami buka puasa bersama, oh iya aku belum kasih tau kalian ya puviz itu siapa atau apa? Hhehe. Puviz itu sebenernya singkatan nama-nama kami yang ikut bukber ( Putri, Umi, Vani, Irmah, Zahra ) sebenarnya ada 3 kawan kami lagi sih Septi, Intan, dan Iis tapi mereka tidak bisa ikut.
   Alhamdulilah, kami sampai di sana, di DAPUR KAYUMANIS walaupun hujan menemani kami dalam perjalanan, namun tak membuat kami pantang menyerah untuk melanjutkan tujuan kami.
   Sesampainya disana, hujan semakin deras dan tempat disana cukup ramai, pertama kami duduk di tempat yang viewnya keren langsung menghadap pemandangan yang keren, namun karna kondisinya hujan dan di tempat itu basah kami pun berpindah ke meja yang agak didalam, pas kami telah duduk disana kami kurang begitu puas karna kami tidak bisa melihat pemandangan yang indah itu, maklum saja kami ke situ kan karna penasaran dengan pemandangannya, hehe, sampai akhirnya kami berpindah lagi kemeja no.57, nah yang kali ini fix, hehe.

   Setelah melihat-lihat menu, akhirnya kami memesan beberapa makanan. Makanannya berfariasi harganya pun terjangkau lah, view tempatnya juga keren loh, hehe

   Setelah kami menunggu, akhirnya kami mendengar beduk magrib juga, tapi karna kita datengnya agak sore, makanan kami belum sampai yang ada baru minuman kami, tak beberapa lama, akhirnya pesanan kami sampai semua.
   Kami disana bercanda ria, mengobrol-ngobrol, cekrek sana cekrek sini, dan tak lupa sholat di musholahnya. Hehe

   Alhamdulilah, kami senang sekali bisa bukber bersama.
Yang membuat seru bukber kali ini itu adalah ikatan silaturahmi kami, meski dihari biasa kami sibuk dengan belajar dan belajar tapi kali ini kita sejenak menyenangkan dengan rasa dihati dan di jiwa.
Makanannya juga enak-enak loh.

Alhamdulilah bukber kali ini berjalan dengan baik dan menyenangkan.

Kebahagiaan itu tidak mahal kalau kita berbaik hati kepadanya karna kebahagiaan itu adalah kebersamaan kita pada orang-orang dimana kemampuan kita untuk tersenyum dan membuat yang lain tersenyum.

Selasa, 21 Juni 2016

Olahraga gratisan di taman RPTRA Cililitan

Pagi ku cerah ku, matahari bersinar,  ku pakai sepatu dan seragam olahraga untuk berlari.
Hehe..
   Minggu lalu kami anak-anak remaja batu ampar 3 lari pagi, sebenarnya rencana kita lari pagi itu hari sabtu, namun karna hari sabtu hujan akhirnya kami memutuskan untuk tidak lari pagi.
  Berhubung dihari minggunya cuaca terlihat baik akhirnya saya dan putri setuju untuk lari pagi, sebenernya teman-teman yang lain sih tidak ada kabar. Dan beberapa dari kami ada yang memutuskan tidak ingin ikut.
   Setelah sahur dan sholat subuh, akhirnya aku menyampar ke rumah putri yang kebetulan tidak jauh dari rumah ku, lalu setelahnya aku ke rumah vani, zahra, intan, dan septi. Akhirnya mereka ikut semua, hehe. Mau gak mau ikut juga deh soalnya kan sudah di samper ke rumahnya.
   Kami memutuskan untuk pergi ke taman di daerah gg.buluh di condet, karna kami rata-rata anak sekolahan jadi jalan-jalannya mencari yang gratisan. Heheh..
   Sejujurnya kami semua tidak ada yang tau dimana letak taman itu karna kami juga belum pernah berkunjung kesana, kami hanya mendengar dari benerapa teman tentang keindahan taman itu dan mengetahui di jalan apa taman itu berada. Dari rumah kami semua taman itu sebenarnya cukup lumayan jauh, namun karna kami penasaran dengan taman itu akhirnya kami memutuskan untuk ke sana. Jalan-jalan kami lalui, mulai dari gang-gang sempit sampai jalan besar, mulai dari tempat yang sepi sampai tempat yang ramai, mulai dari berjumpa anak-anak sampai kakek dan nenek, mulai dari hal aneh sampai menemukan hal lucu ( gimana gak lucu, soalnya baru kali itu kita liat gerbang terjun kekali, heheh) pokoknya seru deh selama kita di perjalanan itu.
    Sesampainya kita di gg.buluh kita berjalan terus aja mengikuti jejak kaki melangkah walau hati dan pikiran tak tau arah mana yang harus dilalui, sampai pada akhirnya kita dihadapkan pada dua pilihan jalan. O o.. jalan mana ya yang harus kita pilih? Kami semua bertanya-tanya seperti orang bingung, hehe.
    Untung aja ada bapak-bapak baik yang kasih tau, belok kanan neng, salah satu dari kami lalu bertanya, memang bapak seudah tau kalau kami mau kemana? Bapaknya jawab " ketaman kan?".
   Wah bapaknya hebat banged bisa tau, apa karna tampang kita mudah di tebak ya? Hehe.
Iya pak betul, terimakasih ya pak, sapa kami pada bapak itu.
Setelah berjalan kembali akhirnya kami sampai, teng... teng... hehe
Di taman RPTRA cililitan kepanjangannya saya lupa, hehe..
Maafkanlah saya...
Keren deh tamannya, ada lapangan bolanya, saung untuk sekedar beristirahat, tempat olahraga dewasa, permainan anak, toilet, dan perpustakaan.
Kami saja sampai terpesona, saking terpesonanya sampai bermimpi untuk buat taman juga di daerah kami, karna di lingkungan kami tidak ada taman.
   Kami pun bernarsis ria dengan berbagai gaya olahraga ala kami.
Pada saat kami berfoto, ada seorang bapak yang membawa anak laki-lakinya masih kecil baik banged menawarkan diri untuk jadi fotografer kami, alhasil kami cekrek sana cekrek sini deh. Hehehe (bapaknya baik banged sih.. terimakasih bapak yang sudah baik, hehe).

Ini dia hasil gaya kami di taman "RPTRA CILILITAN"

Cekkidotdot...

Minggu, 19 Juni 2016

Bukber yo..yo..yo..

Alhamdulilah, tepat di ramadhan kali ini tanggal 19-06-2016, kami bersilaturahmi kembali, tertawa bersama, bercerita bersama, saling menggoda, dan bertegur sapa dan yang paling indah yaitu menjalin tali silaturahmi.
Ini adalah tahun 3 kami bukber bersama setelah lulus dari 3 ak 1, SMK RAHAYU MULYO Jakarta Timur, sekelompok anak-anak berisik dikelas namun punya aturan dan semangat belajar yang tinggi.
Namun sekarang kami sudah menjajaki sebuah tingkatan baru dengan berbagai planning dan tujuan hidup untuk menatanya lebih indah.
Ada yang mempunyai tujuan untuk menikah, tujuan untuk membina rumah tangga, tujuan untuk merawat buah hatinya, tujuan untuk pekerjaannya, tujuan untuk pendidikannya, dan sebagainya.
Ramadhan memang selalu baik, apalagi jika niatnya baik pula insyaallah akan baik pula hasilnya.
Tapi saat ini di tahun ini ada benerapa teman kami yang tidak hadir, karna mereka sedang sibuk dengan benerapa proses dalam pencapaian mereka, namun kami tetap dalam komunikasih yang baik untuk menjalin tali silaturahmi.

Terimakasih untuk desi,tia,ira,vitri,ayu,tivani, dan lainnya
untuk hari ini, semoga kita selalu diberikan semua yang terbaik untuk kita.
Dan untuk anis, sity, moni, mungkin saat ini kita belum berjumpa, tapi insyaallah nanti kita pasti bertatap wajah kembali.

Semangat terus dan sukses teman semua...

_ramadhan berkah_

Kamis, 16 Juni 2016

Rahasia Pribadi yang Menyenangkan

Agar dicintai siapa saja,

Sebelum kita memikirkan tentang cara mencari perhatian orang banyak, tentang cara berinteraksi dan mencintai orang lain, lebih baik kita memikirkan dan melakukan berbagai cara agar orang lain menyayangi dan menerima kita apa adanya. Bukan hanya itu namun mereka akan begitu peduli, menanyakan kabar, dan mencari saat mereka kehilangan kita. Pada awalnya, usaha-usaha ke arah itu sering gagal. Kegagalan itu sering terjadi karna faktor kepribadian seperti malu, takut, egois, dan sebagainya.
     Setiap orang yang kita temui ini dianggap penting, sementara kita cendrung mementingkan diri sendiri. Setiap orang mencintai diri sendiri sekaligus ingin diterima oleh orang lain. Lantas, bagaimana agar kita di cintai dan di sayangi?
     Ibnu Qayyim, ulama-psikolog-klasik, menjawab pertanyaan ini dengan memberikan kunci rahasia menarik simpati, cinta, kasih dan sayang orang lain. Ia menulis "Saat berinteraksi dengan siapa saja dan dimana saja, kita perlu menperhatikan dan memastikan agar cara interaksi kita sudah seimbang dengan kemampuan dan tenaga orang lain. Disamping tetap berada dalam ridho dan taat kepada Allah, kita tidak perlu menuntut hal-hal yang tidak mungkin atau melebihi kemampuan. Jika kita terusik atau tersinggung akubat ulsh orang lain, jangan memberi reaksi yang sama, atau sikap memusuhi. Maafkan saja mereka. Biarkan takdir meneruskan tugasnya."
     Dalam sebuah buku klasik mengenai kebijaksanaan tertulis, "Awal persahabatan adalah perkenalan, kasih sayang, keramahan, cinta, dan persaudaraan".
     Kasih sayang adalah kunci yang begitu sakti dalam kabaikan untuk membuka pintu-pintu lainnya. Pintu-pintu itu akan terbuka satu demi satu hingga pintu persaudaraan, derajat yang paling agung dalam hubungan manusia, akan terbuka. Untuk itu mari mulailah langkah-langkah ini tanpa harus merasa malu atau takut. Siapa pun tidak akan menolak uluran persahabatan meski ia tak memiliki wajah yang cukup bersahabat. Pertanyaannya, haruskah mengulurkan tangan pada semua orang yang kita temui? Tentu saja bukan demikian. Bukan berarti kita harus jalan lalu-lalang di jalan dan tempat umum sembari menebar cinta dan sayang-persahabatan. Mulailah menjalin persaudaraan dilingkungan trdekat, sanak saudara, rekan kerja, teman sekolah, tetangga, dan lain-lain hingga lingkaran persaudaraan itu semakin meluas. Lalu anda akan menemukan komunitas terbaru. Orang-orang yang mungkin belum pernah terlintas untuk dikenal tiba-tiba datang mencari, ingin bertemu dan berkenalan dengan anda.
    Dari sekian banyak orang, kita harus memilih orang yang patut kita dekati dan kita jadikan sahabat, adapun cara yang diberitahukan Yahya ibn Khalid al-Barmaki dalam buku muriaranya, "Jika engkau mencintai seseorang tanpa alasan maka harapkanlah kebaikan darinya. Jika engkau membenci seseorang tanpa alasan maka hindarilah kajahatannya." Cinta adalah anugrah ilahi yang tidak dapat dijabarkan dengan alasan atau sebab apa pun. Cinta itu semacam adonan yang terbentuk dari segala sifat terpuji yang Allah ciptakan untuk manusia. Dalam konteks ini, Ali ibn Abu Thalib r.a. mengatakan,  "Hadapilah orang mukmin dengan hatimu, dan hadapilah orang kafir dengan akhlakmu".

Perbaiki diri
Pertama, sebelum membangun persahabatan atau hubungan dengan orang lain, mulailah dari diri sendiri, kasihilah diri anda sendiri. Mengasihi diri sendiri dengan cara taat pada sagala perintah dan aturan Allah swt. Ketaatan ini, langsung atau tidak langsung, akan menyucikan, memperbaiki, serta menumbuhkan keseimbangan pada jiwa dan raga. Kutipan dari Muhghirah ibn Syu'bah menyebutkan, "Sebesar cintamu kepada Allah, sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu. Sebesar ketekutanmu akan murka Allah, sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu. Sebesar kesibukanmu karne Allah, sebesar itu pula orang lain akan sibuk untukmu".
     Oleh karna itu, kita harus memperbaiki dan membentuk kpribadian diri sendiri lebih dahulu. Seseorang pernah ditanya, "Siapa yang mendidikmu?" Diriku sendiri, " jawabnya. "Bagaimana caranya?" ia ditanya lagi. "Membiasakan diri. Jika ada sesuatu yang dibenci dari orang lain, maka selalu aku hindari," jawabnya lagi.

Perilaku terpuji
Prilaku terpuji adalah titik tengah antara dua sifat tercela. Sebagai contoh, sikap murah hati berada di antara kikir dan boros, rendah hati berada diantara lemah dan sombong, sabar ada diantara sifat lemah dan kasar, wajah ceria berada diantara wajah sangar dan wajah kuyu tanpa wibawa.