Kamis, 10 Desember 2015

Malam ku

Lagi-lagi masa lalu itu datang menghampiri
Jujur rasanya aku ingin kabur dalam kenangan masa lalu itu,
namun nyatanya itu adalah kenyataan,

Dahulu setiap malam tetes air itu mengalir bah sebuah sungai yang mengalir deras
namun sekarang aku bersyukur karna malamku indah
tapi saat keheningan mulai datang dalam kesendirian
seolah hati bicara sendiri, "apakah ini aku yang dulu"
aku yang selalu marah pada ibu,
aku yang selalu marah pada saudara,
aku yang selalu marah pada ayah,
aku yang selalu marah pada semua,
bahkan aku yang marah pada sang pencipta,karna aku tak seperti mereka,

sungguh aku berdosa saat itu,saat amarah itu menutupi hati ini,
saat amarah membuat keras jiwa dan hati ini
saat usia tak mengerti akan kehidupan sesungguhnya,
saat usia hanya menginginkan perhatian,kasi dan sayang tanpa pikirkan kesusahan,

Namun sekarang aku sadar,bahwa aku hanya manusia biasa
yang harus banyak bertaubat,
banyak menyesali,banyak berbuat kebaikan,
dan semakin dekatkan pada sang pencipta,karna hanya dialah tempat terbaik untuk ku mengadu saat ini,

Ya Allah jika aku salah maafkanlah aku,dan tuntunku untuk di jalan mu,
jika aku benar maka tundukanlah aku agar aku tidak silau dengan kesombongan,
jika aku kurang baik maka gerakkanlah aku untuk jadi baik,
jika sudah baik maka tambahkanlah kebaikanku agar aku semakin lebih baik di mata mu

Meski masa laluku tak banyak senangnya namun ku berterimakasih pada mu karna sekarang aku bisa sedikit tersenyum,
Meski aku tak seberuntung mereka yang kaya raya akan harta berlimpah,atau keluarga yang begitu sempurna,atau pendidikan di sekolah internasional,atau teman-teman yang sosialita,,
Namun aku tetap bersyukur karna kau kirimkan aku ibu yang begitu baik,
ibu yang begitu kuat,ibu yang tak mampu ku ungkapkan jasanya,

Jika aku ingat pengorbanannya,sunggung derai air ini selalu mengalir,
sakit hati ini saat semua orang menghinanya,
sungguh perih jiwa ini saat mendengar rasa hatinya,

Malam ini malam yang begitu indah,
aku akan bilang pada sang rembulan,bahwa aku akan buat dirinya tersenyum,
buat dirinya bersinar mengalahkan rembulan,,

Meskipun saat ini aku belum mampu,
Namun saat nanti ku akan tunjukan pada sang rajawali dunia
BAHWA INI AKU DAN IBUKU

Selasa, 28 Juli 2015

masa-masa itu

Sejenak seolah bumi ini membisu tanpa suara-suara indahnya,dalam diam ini seolah kenangan masa lalu itu tampak.Masa dimana canda dan tawa selalu terlihat semeringah,dimana hati merasa tenang meski tak canggih akan perkembangan zaman.Masa itu memang terlihat begitu menyenangkan namun apakah masa itu mampu membuat ku mendapatkan gelar `DEWASA??
Masa itu memang indah,dimana kehidupannya hanya bermain dengan mainan klasik yang seolah lupa akan waktu,berlari kesana dan kemari,bermain hujan menikmati alam,bermain ini dan itu,dimana masa itu adalah saat sekolah dasar.
Masa selanjutnya sedikit demi sedikit waktu seolah tersita dengan dunia canggih yang mulai dikenal sedikit demi sedikit,dan mulai mengetahui arti suka,namun untuk sebagian orang yang mungkin cuek itu adalah masa belajar,ya belajar untuk mengetahui level selanjutnya,itu dia masa sekolah menengah pertama.
Masa selanjutnya lagi itu masa dimana seseorang akan mencoba sedikit demi sedikit,mencoba mengenal kata suka bahkan cinta,namun hanya sekedar mengagumi saja.Bahagia,tertawa,bahkan sedih bersama dengan sahabat.

Namun sekarang...