Semuanya telah dipersiapkan.Yang mereka ingin serang adalah anak-anak sekolah yang tidak bersalah, karna tujuan mereka adalah ingin menguasai negri ibu pertiwi ini, mereka para musuh ingin negri ini kehilangan putra putri berprestasi, sehingga mereka ingin membom sekolah-sekolah di negri ini.Ketika seluruh siswa sibuk belajar. Kami yang mengetahui niat buruk mereka lalu dengan sigap membuat misi penyelamatan dan penyerangan pada mereka.
Kami kumpulkan seluruh siswa d sebuah gedung tua yang besar dan tinggi untuk mengetahui gerakan para musuh dari ketinggian. Dikejauhan kami telah melihat pasukan penyerang dengan aneka ragam alat peperangan.
Sungguh hati ini begitu takut, bukan takut gugur dalam misi ini, namun ketakutan yang mendasar adalah gugurnya para penerus bangsa yang negara telah persiapkan untuk belajar berbagai pengetahuan.
Setelah kami mengetahui gerakan musuh yang mulai mendekat, kami lalu menurunkan para pelajar yang kebanyakan anak-anak melalui sebuah batang besi yang licin, karna anak tangga berada diluar gedung. Satu persatu mereka dengan cepat sampai dibawah. Sungguh wajah khawatir selalu kuhampiri dalam hiruk pikuk, ketakutan yang nyata, dan kegelisahan dalam wajah mereka.
Semua pelajar kami angkut pada sebuah mobil mini bus yang kami telah persiapkan, dalam misi penyelamatan ini, dan sebuah bom waktu untuk menghambat musuh dalam pengejrannya. Seorang kapten kami menelfon para jendral untuk meminta bantuan dalam pengamanan untuk para pelajar.
Akhirnya diputuskan bahwa tempat yang aman adalah bataliyon, dimana semua tentara selalu dalam kondisi siap.
Pada saat kami mulai memasuki area tersebut, kami disambut oleh para polisi cantik lengkap dengan peralatannya, setelah kami mulai masuk kedalam gerbang kami disambut oleh barisan angkatan darat yang telah siap untuk berperang, disusul pasukan angkatan laut , dan kemudian angkatan Udara. Mereka semua telah bersiap untuk berperang melawan musuh.
Dalam hati aku bertanya apakah sejarah masa lalu terulang kembali? Aku pun tak mampu menjawab semua itu.
Didalam kawasan itu kami lihat beberapa anggota tentara sedang berdoa, di sebelah kiri jalan yang kami lalui ada sebuah musholah dimana para tentara muslim sedang solat, disebelah kanan terdapat dua buah tempat untuk para tentara yang beragama budha, hindu, atau kristiani sedang berdoa pula.Semua bersatu dalam menjalankan misi peperangan ini.
Disebuah rumah di tengah-tengah hamparan sawah yang luas mini bus kami berhenti, menurut kapten kami bahwa seluruh pelajar akan beristirahat ditempat itu.
Kami lagi-lagi disambut dengan kenyamanan dan keramahtamahan orang-orang Indonesia, salah satu jendral muda lalu menjabat tangan kapten kami, Selamat ya pak anda telah berhasil menyelamatkan putra-putri bangsa, kami akan berusaha pula untuk mengamankan semuanya, dan mengusir para musuh dari negri ini.
Aku dan para siswa/siswi lalu beristirahat dirumah tersebut, berdasarkan keterangan tersebut tempat itu adalah asrama para tentara.
"Ini..!" Kata seorang berpakaian tentara, ia sambil memberikan wadah besar seperti drum besar.
Dengan beratnya aku mendorongnya sambil bertanya, " Ini apa pak?"
Bapak itu hanya tersenyum dan menjawab "Itu sayur soup, kalian pasti lapar, komandan kami mengintruksikan kami untuk mempersiapkan makanan untuk kalian semua dan memberikan pelayanan yang baik" sambil dia memberikan sepiring nasi kepada ku untuk dioper ke yang lainnya.
"Pak yang paling muda dan tampan itu siapa kalau saya boleh tau? Karna dari tadi saya perhatikan dia sibuk sekali mengatur semuanya, apakah nanti dia akan makan bersama juga dengan kita semua?"
Dengan rasa penasaran aku terus bertnya pada bapak konsumsi itu,heheh. Maklum saja sejujurnya aku terpesona kepada laki-laki muda itu, itu begitu baik, gagah perkasa, sopan dan santun, dan tampan.(dalam hati aku bicara).
"Itu jendral kami mba, dia memang masih muda bahkan umurnya baru skitar 25 tahunan mba sekarang, namun prestasinya begitu baik, bijaksana, pandai dan bersahaja sehingga beliau menjadi pemimpin kami. Namun beliau tidak pernah makan ditempat ini mba, biasanya beliau akan makan menyendiri diruangannya, jika beliau hari ini makan disini berarti ada seseorang yang beliau suka mba, karna setau saya jendral saya akan makan bersama hanya pada seseorang yang beliau kagumi." Kata petugas itu dengan memasang wajah meledek pada ku.
"Kenapa seperti itu pak? Berarti dia individual donk, karna tidak mau bercampur pada anggota yang lainnya. "
"Sebenarnya dulu beliau tidak seperti itu mba, namun karna beliu sempat ingin dijodoh-jodohkan oleh para atasan, beliau bersikap seperti itu mba, karna menurutnya makan bersama akan menjadi ajang perjodohan, sehingga beliau hanya makan menyendiri dan membuat janji seperti itu dihadapan para atasan. Seperti itu mba ceritanya. Beliau akan makan ditempat ini kalau beliau telah menemukan wanita yang membuat hatinya bergetar. Hehe" katanya sambil meledek.
Saat asik berbincang dan membagikan makanan kepada para pelajar, tiba-tiba kapten ku memanggil ku untuk menemuinya.
"Kapten maaf, apakah kapten memanggil saya tadi?"
"Iya, tolong kamu siapkan makanan untuk pak jendral ya? Karna pak jendral akan makan bersama kita disini"
"Bagaimana kalau saya membantu kamu juga?" Dengan senyum manisnya ia menarik tangan ku ke tempat aku tadi menyiapkan makanan untuk yang lainnya.
Hoam,,hmmm,,
Setelah ku membuka mata ini lebar-lebar, ternyata aku sekarang sedang berada dikamarku.
Hmmm ternyata itu hanya mimpi, mimpi berperang dan bertemu pahlawan tampan. Alhamdulilah ..
Walau hanya mimpi aku begitu senang, karna bisa membantu , ikut berperang, dan bertemu jendral muda.
Sungguh senang,
Amat senang,
Bangun pagi-pagi,
Sungguh senang,